Ada kultwit yang sangat menarik dari Prof. Rhenald Kasali yang wajib disimak oleh para guru dan orang tua . Untuk para guru Guru, kultwit...
Ada kultwit yang sangat menarik dari Prof. Rhenald Kasali yang wajib disimak oleh para guru dan orang tua .
Untuk para guru Guru, kultwit ini bisa jadi cermin. Sampai kapan mau mengajar dengan metode 30 tahun lalu. Sudah nggak musimnya lagi para guru membangun ototritas hanya dengan mengandalkan posisi ‘guru’ sehingga para muridnya mau nggak mau harus mendengarkan. Sementara gurunya nggak juga merubah cara mengajarnya. Saya sering menyebutnya sebagai Guru Zaman dinosaurus. Kelihatan perkasa, tapi tak lagi relevan.
Untuk para orang tua, kulitwit ini juga bisa jadi pelajaran. Selama ini kita terlanjur melabel anak kita Gagal Belajar (learning disable) jangan2 sebenarnya bukan karena mereka bodoh. Bisa jadi karena gurunya yang Gagal Mengajar (Teaching Disable)
Yuk mari simak kultwit Guru besar Universitas Indonesia berikut ini:
(1) Saya mengajar dengan metode kelas modern. Lantas apa bedanya dengan kelas konvensional? Ini penjelasannya...
(2) Kelas konvensional menunjukkan kehebatan guru/dosen, sedangkan kelas modern diadakan untuk menampilkan "kehebatan" mahasiswa/murid
(3) Kelas konvensional adalah cermin guru yang masih butuh pengakuan, basisnya: "I Centric". Kelas modern memberi pengakuan pada siswa: "we centric"
(4) Kelas konvensional cenderung membatasi, memaksa, menghukum. Sedangkan kelas modern membuka ruang untuk menghadapi tantangan, menghargai
(5) Kelas konvensional menunjukkan guru/mahaguru yg super, hebat. Sedangkan kelas modern menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran
(6) Kelas konvensional hanya mengajarkan buku teks. Kelas modern mengajak siswa menjelajahi "the unknowns", mendorong curiosity..
(7) Kelas konvensional patuh karena takut, fear factors. Kelas modern begitu terbuka, bersahabat, kreatif dan bersemangat...
(8) Kelas konvensional menilai kemampuan dari referensi yg tertulis. Kelas modern menilai kegigihan, nalar dan argumentasi logis
(9) Kelas konvensional hanya mengajar isi silabus. Kelas moden melatih manusia berpikir dan terampil menggunakan ilmu dalam kehidupan..
(10) Kelas konvensional didasarkan pandangan "saya hanya guru kelas". Sedang kelas moden, "saya harus bisa menjadi role model dalam kehidupan"
(11) Kelas konvensional terbatas pada kertas, only talk and write. Kelas modern: talk, write, do, show and involve...
(12) Kelas konvensional rasanya membebankan, susah sekali diikuti. Kelas modern itu menyenangkan, dirindukan. Susah tetapi bisa!
(13) Kelas konvensional, diasuh orang yg hanya "bekerja". Kelas modern diasuh oleh lentera2 jiwa yg bahagia
(14) Titik awalnya niat menjadi guru itu apa. Kalau hanya sekedar punya pekerjaan, banyak waktu luang, terpandang, "saya ini pandai" maka jadilah guru kelas konvensional
(15) Kalau ingin berkarya, menjadi pendidik, melahirkan orang2 hebat, pembelajar seumur hidup, maka insya Allah lahir guru kelas modern
@Rhenald Kasali
*dikutip dari fp anak berkarakter
Untuk para guru Guru, kultwit ini bisa jadi cermin. Sampai kapan mau mengajar dengan metode 30 tahun lalu. Sudah nggak musimnya lagi para guru membangun ototritas hanya dengan mengandalkan posisi ‘guru’ sehingga para muridnya mau nggak mau harus mendengarkan. Sementara gurunya nggak juga merubah cara mengajarnya. Saya sering menyebutnya sebagai Guru Zaman dinosaurus. Kelihatan perkasa, tapi tak lagi relevan.
Untuk para orang tua, kulitwit ini juga bisa jadi pelajaran. Selama ini kita terlanjur melabel anak kita Gagal Belajar (learning disable) jangan2 sebenarnya bukan karena mereka bodoh. Bisa jadi karena gurunya yang Gagal Mengajar (Teaching Disable)
Yuk mari simak kultwit Guru besar Universitas Indonesia berikut ini:
(1) Saya mengajar dengan metode kelas modern. Lantas apa bedanya dengan kelas konvensional? Ini penjelasannya...
(2) Kelas konvensional menunjukkan kehebatan guru/dosen, sedangkan kelas modern diadakan untuk menampilkan "kehebatan" mahasiswa/murid
(3) Kelas konvensional adalah cermin guru yang masih butuh pengakuan, basisnya: "I Centric". Kelas modern memberi pengakuan pada siswa: "we centric"
(4) Kelas konvensional cenderung membatasi, memaksa, menghukum. Sedangkan kelas modern membuka ruang untuk menghadapi tantangan, menghargai
(5) Kelas konvensional menunjukkan guru/mahaguru yg super, hebat. Sedangkan kelas modern menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran
(6) Kelas konvensional hanya mengajarkan buku teks. Kelas modern mengajak siswa menjelajahi "the unknowns", mendorong curiosity..
(7) Kelas konvensional patuh karena takut, fear factors. Kelas modern begitu terbuka, bersahabat, kreatif dan bersemangat...
(8) Kelas konvensional menilai kemampuan dari referensi yg tertulis. Kelas modern menilai kegigihan, nalar dan argumentasi logis
(9) Kelas konvensional hanya mengajar isi silabus. Kelas moden melatih manusia berpikir dan terampil menggunakan ilmu dalam kehidupan..
(10) Kelas konvensional didasarkan pandangan "saya hanya guru kelas". Sedang kelas moden, "saya harus bisa menjadi role model dalam kehidupan"
(11) Kelas konvensional terbatas pada kertas, only talk and write. Kelas modern: talk, write, do, show and involve...
(12) Kelas konvensional rasanya membebankan, susah sekali diikuti. Kelas modern itu menyenangkan, dirindukan. Susah tetapi bisa!
(13) Kelas konvensional, diasuh orang yg hanya "bekerja". Kelas modern diasuh oleh lentera2 jiwa yg bahagia
(14) Titik awalnya niat menjadi guru itu apa. Kalau hanya sekedar punya pekerjaan, banyak waktu luang, terpandang, "saya ini pandai" maka jadilah guru kelas konvensional
(15) Kalau ingin berkarya, menjadi pendidik, melahirkan orang2 hebat, pembelajar seumur hidup, maka insya Allah lahir guru kelas modern
@Rhenald Kasali
*dikutip dari fp anak berkarakter

COMMENTS